Rabu, 16 Agustus 2017

ku ingat Ayah

dimalam  yang hening ini namun ditemani oleh suara gemercik air..
saat orang lain tidur ku hanya terdiam teringat tentang Ayah.
kala itu waktu di sore hari rumahku ramai oleh warga, ku ucapkan salam, lalu ku masuk mengahmpiri ibu yang kala itu sedang menangis, lalu ia memelukku dengan erat sambil  menangis tidak berkata apa-apa.  datanglah mobil putih, ternyata yang dibawa adalah jasad ayahku. sontak akupun langsung menagis dihadapannya yang tidak dapat menghapus air mataku lagi, saat itu usiaku masih kecil 8 tahun. adikku pun masih kecil berusia 2 tahun.
suasana rumah ramai didatangi oleh warga dan saudara datang untuk melayad, memandikan, mengkafani, dan menyolatkan.
walaupun seramai itu tapi hatiku merasa sangat sepi karna tak ada lagi candaan ayah.
hingga ketika aku tertidur akupun bermimpi, ayah menyuruhku untuk memeluknya sambil aku berlari memeluknya ayah pergi lagi dan menyuruhku untuk memeluknya dan begitu seterusnya, hingga aku terbangun.
sedih... tak adalagi yang memindahkan ku tidur jika tertidur di ruang tamu, biasanya ayah mengangkatku membawaku ke kamar.
hingga paginya...
mereka membawa keranda.. lalu meletakkan ayah didalamnya.
aku mengikutinya hingga sampai ke pemakaman.
disana ada sebuah galian, mereka meletakkan ayah distu, tanah-tanah mulai menutup galian lubang itu. disitulah perpisahanku dengan ayahku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar